Programmer
adalah SDM yang tugasnya menyusun program aplikasi dan dokumen
teknisinya. Kebalikannya operator, programmer tidak boleh menyentuh
sistem produksi selain ketika memasang programnya di sistem produksi
setelah dinyatakan lulus semua evaluasi.
Untuk
melakukan tugasnya, programmer selain harus menguasai keterampilan
menggunakan bahasa komputer yang diperlukan, jga harus memiliki
latarbelakang logika matematis yang kuat di samping mengetahuan IT cukp
memadai. Kenapa demikian? karena serendah-rendahnya program, didalamnya
mengandung bagian dari proses bisnis yang mencakup sejumlah pengambilan
keputusan. Aslinya ketika masih manual, pengambilan keputusan tersebut
memerlukan tingkatan birokrasi tertentu. Setelah dikonversi ke digital,
pengambilan keputusan tersebut diambil alih oleh program. Dengan kata
lain, Programmer telah mengambil kewenangan sejumlah birokrasi
dikonversi kedalam spftware bikinannya cukup dengan tulisan
if (kondisi) {
keputusan 1;
keputusan 2;
}
else{
keputusan 3;
}
walaupun
terlihat sepele kalau manual kadang perlu sederet birokrasi. contohnya,
dalam iklim neolib ini, marak pasar swalayan masuk ke plosok-plosok
mendesak pasar basah. Aturan tentu ada, seperti syarat kelas jalan,
jarak mart satu dengan lainnya dsb. Dengan cara manual, aturan tersebut
dikawal oleh sejumlah birokrasi. Tentu ada yang longgar dan ada juga
yang luwes, tergantung akhlak sang birokrat san seberapa menarik
pelicinnya. Namun setelah di IT-kan, sederet birokrasi tersebut
diringkus oleh programmer menjadi if..else..yang
sangat tegas, kaku dan cepat. Seberapapun pelicinnya, program tak akan
bergeming. Satu-satunya cara untuk merobohkan kekakuan program hanyalah
merubahnya. Tapi ini hanya bisa dilakukan jika program tersebut berada
di IT lokal pemerintah setempat, bukan e-Gov. itulah makanya banyak
pihak yang ngotot menghendaki e-Gov dibangun bebas sendiri-sendiri tiap
kabupaten/kota.
Gara-gara
di digital-kan, kewenangan sekian banyak birokrasi sebuah organisasi
cuma diringkus dalam beberapa perintah program oleh tangan programmer.
Betapa berwenangnya programmer ?!!?!! Maka dari itu, keputusan digital
sama sekali tidak boleh salah. Bisa bangkrut bisnisnya jika salha. Oleh
karena itu diperlukan kualitas kenanpuan logika matematis yang sangat
handal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar